Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, hadir langsung menyapa warga Tambun Selatan yang dikenal sebagai salah satu kawasan terpadat di Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejatinya adalah perjalanan pengabdian yang harus memberi kemudahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujarnya di hadapan warga yang memadati lapangan.
Menurut Dedi, menghadirkan kesejahteraan merupakan tanggung jawab para penyelenggara negara yang dalam perspektif Islam dianalogikan sebagai amilin, yakni pengelola amanah publik. Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang proporsional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengkritisi pola belanja anggaran yang dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan infrastruktur. Ia menyoroti masih adanya sekolah dasar yang rusak, fasilitas belajar yang belum memadai, hingga keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah wilayah.
“Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang,” tegasnya.
Dedi mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran birokrasi untuk mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel. Ia menilai keterbukaan informasi anggaran kepada publik menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat kemajuan daerah.
“Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian, rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita,” tandasnya.
Selain persoalan tata kelola, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari ketaatan terhadap hukum Allah, baik hukum yang tertulis maupun hukum alam. Ia mencontohkan dampak pembangunan yang tidak terkendali di wilayah hulu terhadap potensi banjir di wilayah hilir, termasuk Bekasi.
“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Barat di Tambun Selatan. Ia menjelaskan bahwa Desa Sumberjaya memiliki sekitar 120 ribu jiwa, sedangkan Kecamatan Tambun Selatan mencapai kurang lebih 700 ribu jiwa, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
“Sebagai PLT Bupati Bekasi, saya mengucapkan selamat Ramadan 1447 Hijriah. Alhamdulillah hari ini kita diberi nikmat sehat sehingga dapat berkumpul dalam Safari Ramadan yang digagas provinsi,” ujarnya.
Asep menilai kehadiran Gubernur secara langsung di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap warga di wilayah padat penduduk. Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara terbuka.
“Makanya Kang Dedi Mulyadi ingin datang langsung ke sini menyapa masyarakat Tambun Selatan, khususnya warga desa yang sangat padat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Asep juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang rusak di sejumlah titik. Saat ini proses pergeseran anggaran sedang dilakukan agar program prioritas dapat segera direalisasikan.
“Insya Allah jalan-jalan yang jelek akan dibangun. Kita sedang menunggu pergeseran anggaran agar pelaksanaannya bisa segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya optimistis.
Safari Ramadan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung komitmen bersama untuk membangun Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi yang lebih tertata, transparan, dan berpihak pada kebutuhan dasar rakyat. (Bachtiar/Red)


.png)


.png)
.png)


