• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Pemerintah Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 13 Februari 2026, 18:17 WIB Last Updated 2026-02-14T11:19:24Z

    Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menyalurkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri pada tahun 2026. Nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,22 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp49 triliun.

    Kenaikan anggaran THR ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli aparatur negara sekaligus mendorong perputaran ekonomi menjelang Hari Raya. Pemerintah menilai momentum pencairan THR memiliki dampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

    Purbaya memaparkan, pada kuartal I tahun 2026 pemerintah memproyeksikan total belanja negara akan mencapai Rp809 triliun. Angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi belanja sejak awal tahun guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

    “Belanja negara di kuartal I 2026 ini akan mencapai Rp809 triliun,” ujar Purbaya dalam paparannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

    Menurutnya, percepatan belanja pada awal tahun menjadi strategi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. Dengan serapan anggaran yang tinggi di triwulan pertama, pemerintah berharap aktivitas ekonomi domestik dapat bergerak lebih cepat, terutama dari sisi konsumsi dan belanja pemerintah.

    Selain alokasi untuk THR, pemerintah juga mendorong pertumbuhan melalui percepatan pelaksanaan program prioritas, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggarkan sebesar Rp62 triliun. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menciptakan efek berganda terhadap sektor pangan dan distribusi.

    Tak hanya itu, optimalisasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) juga menjadi fokus utama. Pemerintah memastikan belanja K/L diarahkan secara lebih produktif dan tepat sasaran agar mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Berbagai paket stimulus ekonomi juga disiapkan untuk menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Langkah ini dinilai penting mengingat tantangan global yang masih diwarnai ketidakpastian, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga dinamika geopolitik.

    Dengan kombinasi belanja rutin seperti THR, percepatan program sosial, serta stimulus ekonomi yang terukur, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 dapat tetap terjaga dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

    Kebijakan fiskal ekspansif di awal tahun ini diharapkan tidak hanya memperkuat konsumsi domestik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional sepanjang 2026. (Bachtiar/Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini