Armada yang terlibat dalam aksi berasal dari sejumlah trayek, di antaranya K-02, K-07, K-10, K-11, K-25, dan K-30. Puluhan angkot diparkirkan di bahu jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi para sopir terkait kebijakan transportasi yang tengah menjadi perhatian mereka.
Merespons situasi tersebut, jajaran Polres Metro Bekasi Kota segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus negosiasi secara humanis dengan para koordinator lapangan (korlap). Pendekatan persuasif dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengabaikan hak para sopir dalam menyampaikan aspirasi.
Melalui komunikasi yang intensif dan dialog terbuka, aparat kepolisian berhasil meyakinkan massa untuk membuka kembali akses jalan bagi masyarakat umum. Polisi juga memfasilitasi perwakilan sopir untuk melakukan audiensi langsung dengan Pemerintah Kota Bekasi agar tuntutan dapat disampaikan secara resmi dan terstruktur.
“Fokus utama kami adalah menjamin hak penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas pengguna jalan. Kami bersyukur para perwakilan sopir bersedia menempuh jalur dialog di Kantor Pemkot,” ujar Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Agus Rohmat, S.H., M.H.
Audiensi yang digelar di Kantor Pemerintah Kota Bekasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom, Asisten Daerah (Asda) II Dr. H. Inayatulloh, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar, Kabag Ops Kompol Agus Rohmat, serta jajaran pengurus DPC Organda.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan masukan secara terbuka. Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur kepolisian dan perwakilan Organda berkomitmen mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan para sopir angkot sekaligus menjaga ketertiban dan kelancaran transportasi di Kota Bekasi. Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama yang diterima oleh perwakilan massa aksi.
Setelah mendengarkan hasil audiensi yang disampaikan oleh para perwakilan, massa aksi secara bertahap membubarkan diri dengan tertib. Petugas dari Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) dan Satuan Samapta Polres Metro Bekasi Kota tetap bersiaga di sejumlah titik untuk memastikan arus kendaraan kembali normal.
Menjelang sore hari, kondisi lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sekitarnya dilaporkan telah kembali lancar. Situasi kamtibmas di wilayah Kota Bekasi pun terpantau aman dan kondusif, mencerminkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan melalui dialog. (Bachtiar/Red)


.png)






