Berdasarkan pantauan di lapangan dan Laporan dari salahsatu Travel di Bali, sejumlah kawasan wisata populer di Bali seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud tidak mengalami lonjakan kunjungan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Arus wisatawan domestik terlihat menurun, sementara wisatawan mancanegara belum sepenuhnya kembali normal. Beberapa pelaku usaha pariwisata di Bali mengakui tingkat hunian hotel pada masa Nataru kali ini berada di bawah ekspektasi.
Sebaliknya, Yogyakarta justru mencatat peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi. Kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, hingga destinasi alam di Kabupaten Gunungkidul dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Data sementara dari pengelola pariwisata setempat menunjukkan tingkat okupansi hotel di Yogyakarta mendekati penuh sejak akhir pekan jelang pergantian tahun.
Pengamat pariwisata Bachtiar, menilai pergeseran minat wisatawan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari biaya perjalanan yang lebih terjangkau, ragam wisata budaya dan edukasi, hingga kemudahan akses transportasi menuju Yogyakarta. Selain itu, tren wisata berbasis pengalaman lokal dan kearifan budaya dinilai lebih kuat melekat pada Yogyakarta.
Sementara itu, pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata Bali diharapkan dapat melakukan evaluasi dan inovasi untuk kembali menarik minat wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Diversifikasi destinasi, penyesuaian harga, serta penguatan promosi dinilai menjadi langkah strategis menghadapi persaingan antar destinasi wisata nasional.
Ayo konsultasi sekarang!
Jangan sampai kehabisan kuota! Hubungi Lanusan Holiday dan rencanakan liburan hemat dan seru kamu mulai sekarang!
Untuk info lengkap & reservasi :
WA 0877 8181 0310
LANUSAN HOLIDAY I PT. Langit Nusantara Kreasindo
Perbedaan kondisi Bali dan Yogyakarta pada libur Nataru ini menjadi gambaran dinamika pariwisata Indonesia yang terus berubah, seiring dengan preferensi wisatawan yang semakin selektif dalam menentukan tujuan liburan. (Red)
.png)



.png)
.png)
.png)

