Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Puskesmas Pengasinan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyuluhan, edukasi kesehatan, dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar remaja. Kegiatan tersebut menyasar siswa-siswi Sekolah Bina Karya Mandiri (BKM), Jalan Raya Jatimulya No. 25, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (27/10/2026).
Penyuluh Kesehatan Puskesmas Pengasinan, Syarifah, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar. Dari hasil skrining, ditemukan sejumlah masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya anemia serta kadar gula darah yang cukup tinggi pada sebagian siswa.
“Alhamdulillah anak-anak di sekolah BKM ini secara umum terpantau aktif, namun dari hasil pemeriksaan di kelas tujuh terdapat temuan kasus anemia serta kadar gula darah yang perlu mendapat perhatian,” ujar Syarifah.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pengasinan, drg. Fery Yuni, menjelaskan bahwa program CKG merupakan upaya Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi kelompok usia produktif dan pelajar.
Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting untuk mendeteksi potensi penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang juga dapat menjadi perhatian pada kelompok usia remaja.
“Dari skrining yang kami lakukan, ditemukan angka kesakitan terkait hipertensi atau darah tinggi serta diabetes melitus pada usia remaja. Ini tentu sangat disayangkan dan menjadi perhatian kita bersama,” jelas Fery Yuni.
Ia menambahkan, deteksi dini melalui CKG membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan lebih cepat. Karena itu, kerja sama antara puskesmas, pihak sekolah, orang tua, dan siswa sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan remaja.
Fery Yuni juga menyoroti kebiasaan merokok pada sebagian remaja yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit paru-paru dan kardiovaskular. Ia berharap pemeriksaan kesehatan di sekolah dapat dilaksanakan secara rutin, khususnya pada awal tahun ajaran baru.
Selain pemeriksaan fisik, Puskesmas Pengasinan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, bahaya zat adiktif dan narkoba, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar agar mampu menjaga diri dari berbagai risiko kesehatan.
“Kami juga memberikan promosi kesehatan, termasuk edukasi reproduksi agar remaja tidak salah langkah, serta pemahaman mengenai bahaya zat adiktif. Di era digital saat ini, kemudahan akses informasi melalui gadget menuntut peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak lepas kontrol,” tegas Yuni.
Puskesmas Pengasinan turut mengimbau orang tua agar memperhatikan penggunaan gawai pada anak, memastikan pemenuhan gizi seimbang, serta membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
Melalui program Cek Kesehatan Gratis dan edukasi kesehatan di sekolah, Puskesmas Pengasinan berharap para pelajar dapat tumbuh sehat, aktif, dan terhindar dari risiko penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dini serta perubahan gaya hidup. (Dany)


.png)






