Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi melakukan monitoring pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (20/9/2026).
Monitoring dilakukan di Lapangan RW 14, Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, yang menjadi salah satu lokasi pemusatan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyebut pemantauan di lokasi tersebut berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memastikan proses pemungutan suara di Desa Setiamekar berjalan sesuai dengan rencana.
“Pak Kapolres, Pak Dandim, Dewan dari Provinsi Jawa Barat, alhamdulillah aman terkendali. Ini yang kita inginkan. Insyaallah tadi jam 11 sudah selesai, penghitungan bisa dilakukan jam 3 sore,” kata Asep.
Desa Setiamekar memiliki 87 TPS, yang terdiri dari 86 TPS konvensional dan satu TPS digital. Di Lapangan Perumahan Bumi Sani Permai terdapat sembilan TPS yang ditempatkan dalam satu kawasan.
Menurut Asep, pemusatan TPS di area terbuka menjadi salah satu konsep yang dapat mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Setiap TPS diproyeksikan melayani sekitar 500 pemilih.
“Ini bagus. Ini suatu percontohan. Jadi kalau cuma sedikit, ya enggak bagus, banyak orang menumpuk. Kalau ini kan banyak, ada sembilan TPS. Jadi sudah di-plot 500 pemilih setiap TPS, jadi lumayan cepat,” ujarnya.
Pelaksanaan TPS digital sendiri merupakan bagian dari skema Pilkades 2026 di Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian TPS menggunakan sistem digital, sementara TPS lainnya tetap menggunakan metode konvensional.
Sebelum pelaksanaan pemungutan suara, Pilkades Setiamekar sempat menghadapi dinamika terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panpilkades) Setiamekar, Prasetyo Aribowo, mengatakan persoalan tersebut diselesaikan melalui musyawarah bersama perwakilan tim pemenangan kedua calon kepala desa.
“Tadi malam sampai jam 4 pagi kami sudah bertemu dengan perwakilan timses 1 dan timses 2. Alhamdulillah pada akhirnya kita bersepakat akan satu hal dan kembali ke DPT aslinya,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, proses penyusunan data pemilih menghadapi keterbatasan waktu karena sejumlah tahapan persiapan mengalami perubahan jadwal. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam proses penyusunan data pemilih.
“Kami juga menyadari bahwa dalam pembuatan data kami tidak bisa 100 persen. Nobody's perfect,” ujarnya.
Setelah kesepakatan dicapai, persoalan DPT dapat diselesaikan dan proses pemungutan suara di Desa Setiamekar dengan jumlah 43.219 pemilih berlangsung kondusif.
Prasetyo mengatakan panitia bersama aparat keamanan telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan di sejumlah lokasi TPS.
“Hari ini juga kami didampingi oleh kepolisian. Artinya kami sudah siap atas semua potensi, tapi saya percaya bahwa semua insyaallah akan baik-baik saja,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pilkades Setiamekar mendapat perhatian karena kontestasi di desa tersebut hanya diikuti dua calon kepala desa dengan pendukung yang memiliki loyalitas tinggi.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, tidak ada percikan-percikan seperti apa pun, dan pulang kembali ke rumah dengan penuh senyum,” katanya.
Prasetyo mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menghormati perbedaan pilihan dan menjaga hubungan baik setelah proses pemungutan suara.
“Kuncinya cuma satu, karena pemilih-pemilih di sini itu jiwa loyalitasnya tinggi. Yang menang harus siap untuk menang tanpa merendahkan yang lain, yang kalah juga semestinya harus bisa menerima kekalahannya,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi sebelumnya memang dipersiapkan dengan koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, panitia, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga tahapan pemilihan tetap aman, tertib, dan sesuai ketentuan. (Angga)


.png)






