Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - SMA Negeri 1 Kota Bekasi resmi ditetapkan sebagai salah satu sekolah pelaksana Program Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) Jawa Barat di Wilayah Cabang Dinas III Tahun Ajaran 2026–2027. Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menerapkan sistem seleksi berbasis prestasi tanpa menggunakan jalur zonasi maupun domisili.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMA Negeri 1 Bekasi, Sukiman, saat diwawancarai awak media liputanbhagasasi.com pada Senin (25/05/2026).
Dalam keterangannya, Sukiman menjelaskan bahwa SMAN 1 Kota Bekasi menjadi salah satu sekolah negeri terbaik yang dipercaya sebagai pusat pengembangan angkatan awal Program Sekolah Maung di Jawa Barat.
“SMAN 1 Kota Bekasi resmi menjadi bagian dari Sekolah Maung Jawa Barat Tahun 2026. Program ini bertujuan mencetak generasi manusia unggul yang memiliki kemampuan akademik, karakter, kepemimpinan, serta prestasi yang berkualitas,” ujar Sukiman.
Menurutnya, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung berbeda dari sistem penerimaan sekolah reguler pada umumnya. Seleksi dilakukan murni berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik dan tidak menerapkan sistem zonasi.
“Seleksi Sekolah Maung sepenuhnya menggunakan jalur prestasi. Jadi siswa yang memiliki kemampuan unggul baik akademik maupun non-akademik memiliki kesempatan yang sama untuk masuk tanpa dibatasi wilayah domisili,” jelasnya.
Sukiman menambahkan, terdapat beberapa jalur seleksi dalam Program Sekolah Maung, yakni Jalur Potensi Akademik, Jalur Kompetensi Akademik, dan Jalur Kompetensi Non-Akademik.
Untuk Jalur Potensi Akademik atau Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI), kuota yang disediakan sebesar 10 persen. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan intelektual tinggi yang dibuktikan melalui hasil tes psikologi dengan standar IQ minimal 130 serta kreativitas dan komitmen belajar yang kuat.
Sementara itu, Jalur Kompetensi Akademik memiliki kuota terbesar yakni 70 persen, yang terdiri dari:
1. Prestasi rapor sebesar 50 persen
2. Prestasi minat dan bakat akademik sebesar 20 persen
Sedangkan Jalur Kompetensi Non-Akademik mendapat kuota 20 persen, meliputi:
1. Prestasi minat dan bakat non-akademik
2. Prestasi kepemimpinan
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi calon peserta didik, di antaranya merupakan lulusan SMP/MTs sederajat, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), serta bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi yang berlaku dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung.
“Calon siswa juga wajib melengkapi dokumen administrasi dan memiliki rekomendasi dari sekolah asal terkait prestasi maupun potensi yang dimiliki,” tambah Sukiman.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah, pendaftaran online SPMB Sekolah Maung SMA Negeri 1 Bekasi dibuka pada tanggal 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026 melalui laman resmi https://maung.spmb.jabarprov.go.id, Kami pihak sekolah hanya membantu pelayanan sosialisasi untuk pendaftaran yang dimulai hari ini dari jam 8 pagi sampe jam 2 siang.
Program Sekolah Maung sendiri merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kompetensi dan prestasi. Sekolah-sekolah yang tergabung dalam program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bekasi, SMA Negeri 1 Bekasi optimistis dapat menjadi pusat pembinaan siswa berprestasi sekaligus menjadi role model pendidikan unggulan di Jawa Barat.
“Kami berharap Program Sekolah Maung dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi pemimpin masa depan,” tutup Sukiman. (Bachtiar/Red)


.png)
.png)
.png)






