• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Kemendikdasmen Perkuat Revitalisasi Sekolah, Prioritaskan Daerah 3T dan Terdampak Bencana

    Liputanbhagasasi
    Minggu, 12 April 2026, 18:00 WIB Last Updated 2026-04-13T03:45:39Z
    Ket.foto : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

    Liputanbhagasasi.com - Jawa Tengah - Kantor Berita LBN - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional guna mewujudkan pendidikan yang bermutu, aman, dan merata di seluruh Indonesia.


    “Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Abdul Mu’ti saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).


    Pada tahun 2025, program revitalisasi ini didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun dan telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai sarana dan prasarana pendidikan, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung lainnya.


    Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat dari program revitalisasi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.


    Salah satu sekolah penerima manfaat, SMP Negeri 1 Gembong, merasakan dampak signifikan dari program tersebut. Revitalisasi yang dilakukan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta perbaikan fasilitas sanitasi.


    Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu proses pembelajaran.


    “Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” jelasnya.


    Setelah dilakukan revitalisasi, kondisi sekolah berubah secara signifikan. Ia menuturkan bahwa kini proses pembelajaran berlangsung lebih aman dan nyaman.


    “Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” tambahnya.


    Istiana juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan melalui program revitalisasi tersebut.


    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,” tuturnya.


    Ia berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah.


    “Kami berharap program ini dapat merata di seluruh Indonesia, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah,” pungkasnya.


    Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penguatan sektor pendidikan di daerahnya.


    “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.


    Selain penguatan infrastruktur, Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program, sehingga pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


    Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. 


    Sumber : Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat / Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini