Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya Islami melalui pertunjukan rampak bedug yang penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan. Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi acara dengan antusias tinggi, menciptakan suasana yang semarak dan penuh kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tridayasakti Suwardi Wada, S.E., Ketua BPD Suwanto, Ketua Karang Taruna, Bhabinkamtibmas Desa Tridayasakti Aipda M. Nur, Babinsa Sertu Indra Yudho, jajaran staf desa, para peserta rampak bedug, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tridayasakti Suwardi Wada menegaskan bahwa Festival Rampak Bedug merupakan agenda rutin Pemerintah Desa Tridayasakti yang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya lokal.
“Festival Rampak Bedug ini merupakan salah satu agenda tahunan Pemdes dalam melestarikan seni budaya tradisional bernuansa Islami. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tridayasakti akan terus mendorong kegiatan positif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, agar nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Tridayasakti Suwanto turut mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mampu menjadi sarana pemersatu warga sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain melestarikan budaya, juga mampu memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ungkapnya.
Festival Rampak Bedug Tahun 2026 ini diikuti oleh enam kelompok peserta yang mewakili enam RW di Desa Tridayasakti. Masing-masing kelompok menampilkan kreasi terbaiknya dengan memadukan irama bedug yang harmonis, gerakan yang kompak, serta nuansa religius yang kental.
Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi identitas yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Novian/Tim)


.png)






