Sejak Siang hari sama sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah di Bekasi. Jalanan yang biasanya ramai dipadati kendaraan pemudik dan warga yang hendak berkunjung, terlihat sedikit lebih lengang. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan aktivitas saling bermaafan yang telah menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri.
Warga tetap memanfaatkan momen Lebaran untuk mengunjungi sanak saudara, baik yang berada di dalam kota maupun luar daerah. Sebagian memilih menunggu hujan reda, sementara lainnya tetap berangkat dengan menggunakan jas hujan atau kendaraan roda empat.
“Namanya juga Lebaran, hujan bukan halangan. Silaturahmi tetap harus jalan, apalagi ini momen setahun sekali,” ujar Rudi (35), warga Cibitung, saat ditemui di sela kunjungannya ke rumah keluarga.
Hal serupa juga disampaikan Siti (42), warga Bekasi Utara, yang mengaku sudah menyiapkan berbagai keperluan sejak jauh hari. Menurutnya, kebersamaan saat Lebaran jauh lebih penting dibandingkan kondisi cuaca.
“Sudah jadi tradisi dari dulu, hari pertama dan kedua Lebaran pasti keliling ke rumah saudara. Hujan ya disiasati saja, yang penting tetap kumpul,” ungkapnya.
Selain itu, suasana hangat tetap terasa di tengah rintik hujan. Hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga kue-kue kering tetap tersaji di setiap rumah, menyambut para tamu yang datang bersilaturahmi.
Meski hujan sempat menyebabkan genangan di beberapa titik, aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar. Pemerintah daerah pun juga mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat berkendara dan menjaga keselamatan selama bersilaturahmi.
Tradisi Lebaran di Bekasi pun kembali membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan saling memaafkan tidak dapat terhalang oleh kondisi cuaca. Hujan yang turun justru menambah nuansa syahdu dalam merayakan hari kemenangan bersama orang-orang tercinta. (Red)









