Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Kabar duka datang dari dunia sepak bola nasional. Pelatih sekaligus legenda Persita Tangerang, Elly Idris, meninggal dunia dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pendekar Cisadane. Sosok yang dikenal luas sebagai figur berpengaruh dalam perjalanan klub itu tutup usia, sebagaimana diumumkan melalui laman resmi media sosial Persita.
Dalam unggahannya, manajemen Persita menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Elly Idris. Namun, pihak klub tidak membeberkan penyebab meninggalnya sang legenda. Ucapan doa dan penghormatan pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pemain, mantan pemain, suporter, hingga pecinta sepak bola Tanah Air.
Elly Idris bukanlah nama asing bagi publik Tangerang. Ia merupakan bagian penting dari sejarah panjang Persita. Kiprahnya bersama klub berjuluk Pendekar Cisadane itu terbentang dalam rentang waktu yang tidak singkat. Elly pernah membela Persita sebagai pemain, sebelum kemudian dipercaya menukangi tim sebagai pelatih.
Sebagai pemain, Elly Idris dikenal memiliki dedikasi tinggi dan semangat juang yang kuat di lapangan. Ia menjadi bagian dari generasi yang membangun fondasi karakter Persita sebagai tim yang tangguh dan bermental petarung. Kontribusinya di masa itu turut mengangkat nama klub di kancah persepakbolaan nasional.
Tak berhenti sebagai pemain, Elly Idris melanjutkan pengabdiannya di sisi teknis. Ia dipercaya menjadi pelatih dan membimbing sejumlah generasi pemain Persita. Dalam peran barunya tersebut, Elly menunjukkan komitmen yang sama besar terhadap kemajuan klub. Ia tak hanya melatih, tetapi juga menanamkan nilai loyalitas, kerja keras, dan kebanggaan mengenakan seragam Persita.
Perjalanan Elly Idris melewati berbagai era, mulai dari masa kompetisi yang penuh dinamika hingga perkembangan sepak bola modern. Ia menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah perubahan di tubuh Persita. Dedikasinya dalam dua peran penting sebagai pemain dan pelatih menjadikan namanya lekat dalam ingatan publik Tangerang.
Kepergian Elly Idris menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Persita, tetapi juga bagi insan sepak bola di Tangerang dan sekitarnya. Sosoknya dikenang sebagai figur yang sederhana, berdedikasi, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap klub yang dibelanya.
Bagi para suporter Pendekar Cisadane, nama Elly Idris adalah bagian dari identitas klub. Ia adalah simbol loyalitas dan pengabdian tanpa pamrih. Warisan semangat dan nilai-nilai yang ditanamkannya diharapkan tetap hidup dalam setiap langkah Persita ke depan.
Selamat jalan, Elly Idris. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi untuk Persita Tangerang. Namamu akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan kebanggaan Pendekar Cisadane. (Bachtiar/Red)


.png)






