Liputanbhagasasi.com - Bekasi, 23 Januari 2026 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta para pengembang perumahan untuk turun langsung menemui para penghuni atau konsumen yang terdampak banjir di kawasan permukiman. Hal tersebut disampaikannya menyusul masih terjadinya banjir di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Melalui akun media sosial resminya @dedimulyadi71, Dedi menegaskan bahwa pengembang tidak boleh lepas tangan terhadap kondisi lingkungan yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan warga.
“Pengembang harus hadir, menemui langsung warga yang terdampak. Jangan hanya membangun lalu pergi,” tegas Dedi.
Ia mengajak para pengembang untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah mencari solusi konkret atas persoalan banjir yang kerap terjadi, terutama di kawasan perumahan baru. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Dedi juga menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang, sistem drainase, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam setiap proyek pembangunan perumahan.
“Pembangunan harus memperhatikan keseimbangan alam. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena perencanaan yang kurang matang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi meminta pemerintah daerah untuk aktif melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek perumahan agar sesuai dengan aturan dan memperhatikan aspek lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (23/1/2026) dan mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap adanya langkah nyata dalam mengatasi banjir di wilayah mereka.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, diharapkan permasalahan banjir di Jawa Barat dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Supri/Tim)
.png)




.png)
.png)

